Rabu, 31 Juli 2019

Gejolak

Tak mudah untuk memendam ini semua sendiri. Perasaan ini terus bergejolak. Setelah kamu menantang dengan kata-kata "cemen" yang kemudian setiap hari harus bertambah sebuah kode-kode kejam yang sungguh entah bagaimana caranya aku bisa melupakan itu semua.
Aku ini memang bukan siapa-siapa. Hanyalah insan yang mengagumimu sejak lama. 
Apalah dayaku ini yang berangkat dari kampung untuk mencari sesuap nasi, bukan sepertimu yang memang sudah ada dan bergengsi.
Aku juga bukan siapa-siapa, yang katanya akan kamu pertimbangkan karena kita memang tak sepemahaman.
Andai kamu tahu apa yang ku rasa.
Andai kamu tahu aku ini ingin rasanya bisa terus bersama.
Tapi, sekali lagi. Aku bukan siapa-siapa.
Mengenalmu telah sejak lama.
Setelah itu, hampir 5 tahun kita tak bertegur sapa.
Akhirnya kamu yang mengajakku waktu itu.
Tak bisa ku tolak, karena hati ini telah tertipu.
Dan akhirnya ku putuskan untuk melanjutkan.
Walaupun ini seperti atau bukan.

#DariHati
Continue Reading...

Jumat, 04 Agustus 2017

Keinginan

Tak semua keinginan bisa terwujud begitu saja, bak sulap yang berkata "cling"... terwujudlah semua keinginan. Semua keinginan membutuhkan waktu dan proses yang mungkin akan memakan waktu yang sangat panjang, bahkan sampai kita merasa ini ujian yang sangat berat.
Keinginan setiap manusia berbeda-beda, bahkan tak jarang keinginan ini akan saling membuat hubungan antar manusia menjadi rengang.
Tetapi percayalah. Semua keinginan akan bisa terwujud jika kita tau apa yang kita inginkan dan kita tau bagaimana kita bisa mewujudkan keinginan tersebut.

Ah sudahlah ngelanturnya, biarkan ini hanya akan menjadi cerita kegalauan untukku saja. Biarkan orang lain hanya membacanya saja.
Continue Reading...

Selasa, 27 September 2016

Kejam

Kejam... Ah mungkin ini hanya perasaan sementara saja. Mungkin lebih tepatnya ini adalah disiplin. Ya disiplin yang saya terapkan sama anak-anak saya di kelas. Kata-kata saya selalu jadi bahan ancaman buat mereka, tetapi yang sesungguhnya ini hanyalah bentuk perhatian. Cuma mungkin mereka akan berpikir bahwa ini sangat mengikat, bak penjara bawah tanah yang cuma bisa untuk menekuk kaki dan membungkukkan badan. Sungguh serasa kejam sekali.
Tapi ini sesungguhnya adalah pembentukan karakter. Jiwa-jiwa yang lahir yang memiliki nilai kejujuran, kerja keras, pantang menyerah, bertanggung jawab, dan segudang hal-hal baik yang ingin saya terapkan di kelas saya. Saya rasa penderitaan ini tidak akan berlangsung lama, cukup 2 semester.
Yang saya harapkan adalah, ketika saya tidak bisa menjadi orang yang baik dan sukses, setidaknya ada benih-benih dari tangan saya yang akan sukses, bahkan saya bermimpi untuk ke-Internasionalan mereka. Ya International. Berasa tinggi sekali ya. Tapi saya yakin usaha dan doa tidak akan pernah bohong hasilnya. Semua akan indah pada waktunya.
Ketika mereka turun dari panggung international dan sembari orang-orang bertepuk tangan atas prestasinya yang sangat mendunia. Ah itu mimpi. Ya hidup itu memang berawal dari mimpi. Jangan pernah takut jatuh dari mimpi, karena mimpi itu tidak mengelurakan biaya alias gratis.
Semangatlah, perjuanganmu masih panjang.
Masih banyak kerikil bahkan batu besar atau jurang di depan yang akan menghalangi perjalananmu.


Artikel ini ditulis setelah mendengar kabar bahwa nilai dari usaha yang sudah dilakukan masih terlalu kecil karena keasikan bermain tanpa memperdulikan masa depan.

8A 2016
Continue Reading...

Selasa, 30 Agustus 2016

First Time

Hi guys, kali ini saya akan mulai menuliskan sesuatu yang berbau curhat di blog ini. Semoga bisa menjadi kenangan manis dimasa yang akan datang. :)
Continue Reading...

About

Ahmad Munif
Teacher at YPIT Al-Luthfah | Students at Mercubuana | Volunteer at Mozilla Indonesia, PHP Indonesia, and Wonosobo Muda